Kanjeng Ratu Kidul: “Jangan Salahkan Aku !!!”

March 25th, 2010

bdb6a44ac7ed30daa0b7504e3062bfc4 Judul Buku: Kanjeng Ratu Kidul: “Jangan Salahkan Aku !!!”
ISBN : 979-420-719-5
Editor : Etty Indriati
Copy Editor : Andri Pranolo
Cover : Yanto
Layout : Akor Tarigan
Penerbit : GMUP
Cetakan : 1
Terbit : Maret 2010
Tebal : 185 halaman
Harga : 40.000,-

Buku ini tersusun dari kumpulan tulisan ringan berbobot 70 Guru Besar Universitas Gadjah Mada sesuai dengan kepakaran masing-masing. Substansi beragam sumbangan pemikiran Guru Besar dalam menanggapi persoalan yang ada di masyarakat, dikelompokkan ke dalam ketegori: bencana; kesehatan; pertanian; ternak; pendidikan-psikologi-kependudukan, politik-pembangunan; dan energi.

Dalam buku ini diantaranya dituturkan bagaimana arus robek di laut selatan harus diwaspadai dengan pelampung, tidak hanya menyalahkan Nyai Roro Kidul (The Queen of The South Sea) yang menginginkan tumbal dan menjawab dengan lantang: ”Jangan salahkan aku!”—yang juga menjadi judul buku ini.

Bencana menyisakan wajah yang tidak lagi menggambarkan Ia (manusia) siapa, namun hanya meninggalkan sisa jasad berupa tulang dan gigi akibat terbakar, terkelupas, bom yang masih dapat diidentifikasi untuk mengetahui umur, jenis kelamin dan ras dalam antropologi ragawi. Dalam tulisan lain, gigi, selain berperan sebagai alat identifikasi korban, juga dapat dipasangi alat penyadapan dalam dunia intelejen. Alam semesta yang banyak menyimpan misteri belum dipelajari seutuhnya dalam sains diungkapkan dengan berdirinya 204 telur saat matahari, bumi, dan bulan dalam posisi segaris (equinox).

Selain itu, buku ini juga mensitir bahwa bermain dan bercinta bagi para warga usia lanjut tidak ditabukan dan dapat menjadi terapi kesehatan jiwa; rahasia menjadi manula sehat dan tetap eksis; deteksi dan pengobatan osteoporosis; pentingnya test kesehatan menyeluruh ketika umur menginjak 40 tahun; ajakan aktif dalam GAS, gerakan anti stroke; dan uraian puitis tentang infeksi virus yang menyerang sel-sel sistem pertahanan tubuh. Hal lain yang menarik diangkat dalam buku ini adalah bila cacing menyengsarakan manusia, maka keong mas atau keong sawah bermanfaat menyembuhkan sakit ginjal; serta bila umumnya wanita menganggap rambut sebagai mahkota wanita, salah satu penulis buku ini lebih memilih payudara sebagai mahkota wanita. Beragam tulisan lain yang mudah dipahami dalam bidang pertanian; ternak; pendidikan-psikologi-kependudukan, politik-pembangunan; dan energi disuguhkan agar dapat dinikmati oleh pembaca yang budiman.

Berdasarkan cakupan isi, buku yang terinspirasi oleh kumpulan tulisan ilmuwan Universitas Durham dalam buku “Thinking About Almost Everything” (Ash Amin dan Michael O’Neill [Eds.], 2009), layak dibaca oleh siapapun yang ingin memperkaya pengetahuan fenomena terkini yang ada disekitar kita, sekaligus melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan YME.

Tafakut laut

October 6th, 2009

~Andri Pranolo~

senja sabtu di hadapan laut
lungguh,
merangkul lutut,
menahan terpa angin laut
terawang tertuju laut tak berbatas
Takjub pencipta dalam gerombol ombak
Aku seonggok daging “mulia” tafakur

rintik menggelitik-fikir beranjak lungguh
pesona ciptaMu dalam indraku menahan
Aku masih lungguh merangkul lutut
memandang takjub hamparan lautMu
subhanallah

rabbana,
maa khalaqta haadza baatila,
subhaana
faqinaa ‘adzaabannar
Ya Tuhan kami,
tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,
Maha Suci Engkau,
peliharalah kami dari siksa neraka

Bulaksumur, 6 Oktober 2009

Muhasabah tambah usia

October 5th, 2009

~Andri Pranolo~

Lepas saja tangis lirih malam ini
biarkan merangsek senyap mengulur subuh
lirihkan juga rindumu akan ungkapan kasih,
selamat hari lahir dalam isyarat kecup dikeningmu

Pastikan kau harap dipintu lahir
dalam suci pembawaanmu
dengar adzan di telinga kananmu
iqomat di telinga kirimu
: pesan ilahiyah tujuan kau ada di dunia
: semoga kau dapati itu

Pastikan kau harap dipintu dewasamu
dipanggil lirih dalam sepertiga malam
Tanya imanmu
Tanya islammu
Tanya wudhumu
Tanya sholatmu
: lalu kau diajar dengan suara kasih atas kurang yang belum kau capai
: lalu kau dititipi wasiat akhiratmu dengan dunia dalam genggammu
: semoga kau dapati itu

Pastikandalam tambahan usiamu
jatah usiamu berkurang
kesiaanmu dalam gelimang dosa, kegelisahan,
kesedihan, kebahagiaan yang melupakan
: jatah usiamu terkuras kurang

Kau dapat hadirkan sejuk embun dalam hatimu
Kau dapat ciptakan permata indah dalam sanubarimu
Kau dapat pancarkan kemilau berlian dalam harimu
dengan doa dan optimis Allah SWT selalu besertamu
: kau hadirkan Dia dalam setiap gerakmu,
: niscaya Dia usirkan ketakutan dan kesedihan

Lepas saja tangis lirih dalam malam ini
biarkan merangsek senyap mengulur subuh
kau eja catatan dosamu
kau eja bait taubatmu
kau eja harap citamu
kau eja harap cintamu
kau tautkan jadi peta optimis jalanmu
Kemudian gantung harap tinggimu pada Allah SWT

Jogja 05/10/2009; 00.01

Hayal KumbangKuncup

October 3rd, 2009

~ Andri Pranolo~

Sajak terindah terekam dalam kuncupkuncup bunga tertanam
Terpaan angin taman menggelayutkan syair dalam setiap hisapan kumbang
Kuncup mekarpun terlihat menganga siap terhinggap kumbang
Kumbangpun hinggap,
hingga kuncup mekar indah-semerbak tertiup jaga kumbang

Sayup rintih benang sari merdu tertahan,
Menahan tiup terpa jaga kumbang dalam hayal
Teriakpun terpekik lembut dalam lantunan irama tangkai
Sampai sarisari siap terhisap kumbang,
dan ngangapun rintih rindu

Rindurindu tersambung aray belukar
Bukan benalu menguras inang
Bukan kumbang mengurai kuncup
Kerang berang dalam kuncup laut terluas semburat pagi
Indah terawang hasil pencipta dalam gemuruh
Mengerus derus menyemburat
Dalam kuncup terhayal

Tuhanpun menyangga kapar kumbang dalam rahman,
hingga kuncup mekarsempurna dengan kumbang
Dalam ikat kuat belukar
Dalam kokoh akar terhujam

Jogja, 03/10/2009

[ceramah tarawih] Tafsir surat Al-Baqarah 183

August 24th, 2009

Setelah membacakan Q.S. Al-Baqarah: 183 tentang “diwajibkannya berpuasa” dan menyampaikan terjemahan secara harfiah, jamaah ditanya, “siapakah yang mewajibkan puasa?” jama’ah dan pastinya antum sebagai pembaca barangkali semua sepakat jawabannya adalah “Allah SWT”.

Dalam konteks kajian bahasa ayat ini, yang memerintahkan puasa itu di “hidden/tersembunyi/tidak terang”. Hal ini dapat dilihat dari kata “Kutiba (diwajibkan)” tidak menggunakan “kataba Allahu (diwajibkan Allah)”. Dalam hal ini tersimpan hikmah, bahwa walaupun puasa itu tidak diwajibkan oleh Allah SWT, puasa juga akan diwajibkan oleh “dirinya sendiri/manusia”. Banyak contoh kasus mengenai hal ini, diantaranya: bagaimana seseorang yang ingin mengurangi berat badannya, melakukan puasa tidak makan makanan tertentu; atau seorang sakit, baik karena diperintah/anjuran dokter atau tidak juga melakukan puasa tertentu; dll.

“la’allakum tattaquun” akhir ayat memberikan keterangan “taqwa” sebagai tujuan akhir puasa . Pertanyaan selanjutnya apa yang dimaksud taqwa itu? taqwa dalam hal ini juga dapat di tafsirkan sebagai kecerdasan dalam mengelola “harapan dan kecemasan”, karena harapan tanpa kecemasan juga akan menjadi bahaya.

Apabila dianalogikan sebagai kendaraan, harapan merupakan gas dan kecemasan adalah remnya. Misal, apabaila harapan-harapan terlalu berlebih untuk mendapatkan syurga, tanpa disertai kecemasan bahwa kemungkinan juga dapat masuk neraka. Maka, harapan yang over seperti itu akan menjadikan berlebih-lebihan dalam “beribadah”.

Hakikatnya orang taqwa itu adalah dapat menyeimbangkan antara harapan-harapan dan kecemasan-kecemasan. wallahua’alam.

**Disarikan dari ceramah tarawih Ustadz Asrori, MA. di Masjid Anwar Rasyid 23/08/2009**

Marhaban Ya Ramadhan

August 22nd, 2009

~Andri Pranolo~

..Marhaban ya Ramadhan..
maaf salah khilaf lahir bathin
Selamat puasa.

..berniat berdoa..
ber’laku baik..
tak’laku jahat..
sehat,
kuat,
tamat sampai fitri yang dijanjikan

Bulaksumur, 21/08/2009

Taubat Ramadhan

August 22nd, 2009

~Andri Pranolo~

Ya Allah
RamadhanMu segera tiba
bulan agung pembawa gembira
semai cinta untukMu
terkali tujuh,
tujuh puluh,
tujuh ratus,
tujuh ribu,
tujuh puluh ratus ribu
kaupun berhak atasnya

Ya rabb,
ramadhanMU mendekat hajatku
aku masuh saja terkotor gontai menyambutnya
masih saja tersibuk rekayasa kisruh duniaMu
warnaMu kadang pudar dengan kotornya laku
sungkur ku taubat padaMU
meski tak layak ampunanMu
: Ampuni aku.

Bulaksumur, 21/08/2009

Sajak Ulang Tahun

August 20th, 2009

Sajak Ulang Tahun
@Bungah…
~Andri Pranolo~

Se  la  mat
u  lang  ta  hun
se  la  mat
lewat u mur u mur

sajak  u  lang  ta  hun
sederhana tidak indah
tertulis dari tulusku
sekedar tanya pengingat

usiamu sisa berapa?
nikmat hasratmu kurang apa?
kau akan sedih kenapa?
kau akan buat dosa apa?

sajak kutulis antara gadjah mada dan calista
sekedar mengingat apa yang dapat kutanya
siapa kamu?
darimana kamu?
untuk apa kamu?
dalam hari pemberianNya

Sajak tertulis
tanpa kertas
tanpa tinta
tanpa titik
tanpa koma
mengalun terkungkung dalam tempurung
merangkai bait doa pada pencipta
syukur dalam sabarmu dan sabar dalam syukurmu
selamat dunia pijak dan akhirat hayatmu

Bulaksumur 20/08/2009

Merdeka oy..!

August 17th, 2009

Merdeka oy..!
: Andri Pranolo

Oy kita merdeka,
ho oy kita merdeka,
ayo oy kita merdeka,
merdeka merdeka merdeka..

Oya merdeka kita oy,
bahan pokok merdeka oy,
biaya sekolah merdeka oy,
oy apa lagi yang merdeka?

oy teriak merdekamu merdu oy,
tanah negeri ini juga merdeka,
lapangan kerja juga merdeka,
pergaulan bebas merdeka,

oy oy kolusimu kolusiku?
oy oy korupsimu korupsiku?
oy oy nepomu nepoku?
jangan legal dengan birokrasimu.

oy oy kau tulis besar GRATIS.!
tapi kau menepi dan tanganku kau AIS.
berapapun “saikhlase mawon”
berapa saja asal kau ikhlas

merdeka oy
aku bangga pada negeri ini oy
negeri yang mau berubah entah kapan
aku yakin

Jogja 16/08/09

Hengkang

August 14th, 2009

: Hengkang
oleh Andri Pranolo

hengkang,
Jauh terbanting julur lidahmu
terbalik hitam putih matamu
hentakmu terbangkan debu jadi jlaga hatiku
aku tertahan mengalun sunyi tanpa siulmu

hengkang,
kau jajar kapuk rindu dalam pembaringanku
kau rajut sutra kelakianku

hengkang,
sampai kapan kau tunjuk gelayut mutiara pagi pada ilalang
sampai malam kau lukis berarak harap

Hengkang!!!

Jogja, 11/08/2009

Telaah Puisi: oleh Divin Nahb

Mencoba kembali belajar menelaah puisi. Udah lama nggak melakukannya: ^_^

Bait pertama yang berisi lima baris ini, seakan membawa imajiku untuk melihat. Narator dalam hal ini adalah laki-laki seakan sedang membicarakan seorang wanita. Jika dibayangkan seakan kita bisa melihat betapa seorang wanita yang dulu ada di dekat pada si aku kini telah pergi.

hengkang,…

Lalu, di sini digambarkan pula bagaimana ekspresi si wanita yang menggambarkan ketidaksukaan pada si aku. Kita bisa meihat dalam ekspresi ejekan yang digambarkan di sini;

Jauh terbanting julur lidahmu
terbalik hitam putih matamu

Di sini pun digambarkan bahwa wanita itu begitu kesal dan tidak peduli, sampai si aku merasa sunyi. Padahal dulu wanita mengiramakan kehidupan si aku. Gambaran ini sangat terasa pada baris;

hentakmu terbangkan debu jadi jlaga hatiku
aku tertahan mengalun sunyi tanpa siulmu

Beralih pada Bait kedua yang terdiri atas tiga baris. Kembali si aku menyatakan kepergian wanita itu;

hengkang,

Tapi ternyata si aku begitu mencintai wanita itu hingga dalam tidurpun si aku merasa rindu. Bahkan, si aku mengaku bahwa kelembutan (yang disimbolkan dengan sutra) laki-lakinya telah jatuh dalam atmosfer kehidupan wanita itu. Hal ini bisa kita telusuri dalam dua baris puisi di bawah;

kau jajar kapuk rindu dalam pembaringanku
kau rajut sutra kelakianku

Pada 3 baris pada Bait ketiga. Kembali si aku menyatakan kepergian wanita itu;

hengkang,

Tapi, pada dua baris di bawah seakan si aku memposisikan diri sebagai objek yang sedang dia telusuri. Si aku seakan menunjuk dirinya sendiri dan bertanya sampai kapan dirinya mencintai wanita itu? Apa sampai malam yang kiranya menyimpan harapan. Hmm… unik!!! Si aku seakan sedang berdiri di depan cermin dan menunjuk dirinya sendiri. Coba telusuri dua baris di bawah ini:

sampai kapan kau tunjuk gelayut mutiara pagi pada ilalang
sampai malam kau lukis berarak harap

———————————

Dan bait terakhir yang hanya berisikan satu baris sangat unik sekali. Kenapa? Yang bisa tergambarkan begitu si aku menanyakan dirinya sendiri ada sebuah kata;

Hengkang!!!

Ada dua arti. Pertama, si aku menginginkan wanita itu pergi dari pikiran yang selama ini masih menggelayutinya. Kedua, si aku ingin hengkang dari segala rasa cinta yang begitu dalam pada wanita itu. Tanda seru itu pun menegaskan